film dan agama, film india dan film indonesia, Film India dan Islam, Vishal Bhardwaj

Fiksi Islami dan Fiksi Berwarna Islam: Perspektif Penonton Film India

Oleh Mahfud Ikhwan

2f9bda8df0e75f318c2ee62bae3c02cb

 

Tentang “Tukang Ngarang” yang “Menegakkan Kalimat Allah”: Pengantar

Bersamaan dengan terbitnya novel saya, Kambing dan Hujan, term-term lawas yang dulu sempat mengitari kepala saya, terutama di masa-masa awal menulis, ketika masih belajar teori fiksi Stanton, kembali menghampiri: tentang fiksi Islami. Ini dikarenakan munculnya beberapa tanggapan atas novel tersebut, juga beberapa kategorisasi yang sering kali terdengar rumit yang kemudian disematkan.

Pada dasarnya, saya tak ada persoalan dengan itu. Term-term tersebut, baik di lingkup industri dan terutama di kalangan pembaca memang nyata dan kadang diperlukan. Industri butuh itu untuk membuat distingsi produknya dari produk-produk lain yang menyandang term-term lain yang juga muncul menjamur macam fiksi remaja, fiksi urban, fiksi motivasi, fiksi sejarah, dan masih banyak lagi (belakangan malah dengan istilah-istilah yang bahkan asing), dan terutama bisa memastikan di mana nanti barangnya akan ditaruh di lapak toko. Sementara itu, di pihak pembaca, ia akan dimudahkan untuk memilih buku yang disukainya. (Mereka sudah keluar uang untuk membeli buku, masa suruh mumet untuk hal-hal lain yang tak masuk hitungan harga?) Beberapa penulis tampaknya juga membutuhkannya—mungkin untuk membuat pekerjaannya lebih mudah, mungkin. Yang nyaris pasti, semua penulis saat ini tampaknya harus hidup dengan hal itu, sebagaimana seorang pemain sepakbola harus masuk lapangan dengan memakai sepatu. Baca lebih lanjut

Iklan
Standar