film, shahid kapoor, wawancara

Shahid Kapoor: “Haider” adalah Film yang Berisiko dan Berbahaya*

Oleh Bhumika K. (The Hindu); Alihbahasa Mahfud Ikhwan

Haider-Shahid-Kapoor

Haider karya filmaker Vishal Bhardwaj melengkapi trilogi Shakespeareannya setelah Maqbool dan Omkara. Dan bersama Haider, datanglah kesempatan bagi Shahid Kapoor untuk melakukan yang terbaik sebagai soerang aktor dengan memerankan pahlawan paling tragis, Hamlet — suatu hal yang begitu diidam-idamkan oleh para aktor dunia.

Selain Shahid Kapoor, Haider dibintangi oleh Shraddha Kapoor, Tabu, Key Key Menon, dan Irrfan Khan. Musik dikomposisi oleh Vishal Bhardwaj sendiri, dengan penulis ditulis oleh lirisis legendaris India, Gulzar. Haider rilis di seluruh dunia pada 2 Oktober 2014.

Berikut adalah wawancara The Hindu dengan Shahid Kapoor.

Apa pendapatmu tentang Haider?

Film yang berisiko lagi pula berbahaya, dan ini sebuah film yang sangat berbeda untuk dilakonkan. Ini sebuah kerja cinta. Kami melakukan apa yang oleh kebanyakan orang tidak dilakukan. Memerankan Hamlet adalah hal paling rumit bagi sebagian aktor. Ini adalah penjelajahan mental perjalanan dan emosional. Jangan dikata lagi soal fisik.

Solilokui Hamlet “To be or not to be” yang terkenal itu diubah jadi amarah dalam lirik karya Gulzar, “Main rahoon ki main nahee”, dan kamu tampil sama sekali berbeda dengan potongan plontos dalam sebuah syuting lima jam untuk monolog enam halaman. Apa rasanya?

Itu adegan yang akan aku kenang sepanjang hidupku sebagai seorang aktor.

Beberapa film yang berdasar karya sastra selalu memunculkan ekspektasi besar. Dan ini Shakespeare! Apa yang kau pikirkan saat menerima tawaran film ini?

Yang pertama ingin aku katakan pada orang-orang, ini adalah sebuah adaptasi atas Hamlet. Bukan Hamlet. Film ini berjudul Haider, yang dibuat untuk khalayakan umum penonton film India, untuk orang biasa, yang biasa nonton film India ke bioskop. Ini cuma film komersial yang berbeda. Paling tidak, begitulah kami memandangnya.

Apa beda yang kau maksud?

Yang paling awal, ini adalah film drama tentang dendam sebuah keluarga. Dendam adalah perasaan yang universal dan kita sudah melihatkan di banyak film. Ini adalah dinamika sebuah keluarga dan hubungan antara anak dan ibu, suami dan istri, kekasih, antar-saudara, paman dan keponakan. Seluruh drama dan lakon film bersandar pada karakter-karakter tersebut, yang berdasar pada orang-orang lokal Kashmir. Orang biasa, dengan kehidupan yang biasa, dan dengan perasaan yang rumit. Seperti aku dan kamu. Itu yang membuat film ini sangat nyambung bagi semua orang.

Dan Haider?..

Haider adalah pemuda biasa, rapuh, emosional, yang lekat dengan ayah-ibunya. Ia mencintai tokoh bernama Arshiya tulus dari lubuk hatinya. Dan ia mencoba berdamai dengan kerumitan lingkungan tempat ia dibesarkan. Dan Haider mencoba memahami bagaimana mengatasi perasaan ini. Apakah ia bisa menerimanya atau malah memilih untuk menuntut balas, di situlah kisahnya begitu manusiawi.

Meskipun judulnya begitu, aku merasa ini bukan sekadar kisah tentang karakter yang aku mainkan, Haider. Jika ada yang pernah membaca Hamlet, atau karya Shakespeare lainnya, ini juga tentang tokoh-tokoh pendampingnya — menyebutnya begitu sungguh tak adil. Sebab, setiap karakter sama pentingnya. Dan Vishal secara luar biasa senantiasa memberi kesempatan bagi munculnya penampilan yang kuat dari aktor-aktor bagus, terutama untuk aktor-aktor perempuan. Cuma sedikit sutradara di negeri ini yang menulis karakter yang kuat untuk tokoh perempuan.

haider_cover

Apa ini tentang Vishal Bhardwaj yang selalu menyuguhkan film yang gelap dan muram?

Ia cuek tentang apa yang orang bilang. Ia membuat film yang disukainya dan ia membuatnya dari hati. Ia memiliki cara yang unik dalam bercerita. Ia blak-blakan bicara tentang emosi konflik. Ia tidak khawatir menampilkan bagaimana wujud emosi. Ia tak mencoba bermanis-manis. Itulah yang membuatnya melahirkan film-film yang menyentak dan orisinil. Garang.

Kamu kelihatannya bisa memerankan peran-peran kocak dan gelap sama baiknya…

Aku hanya menuruti kata sutradara. Aku benar-benar mencoba dan menyelam ke dalam pikiran sutradara yang bekerja denganku. Kamu harus membiarkan dirimu hanyut dan tidak khawatir apa akan kau dapati. Percayalah pada sutradara. Sebab, bagi mereka, konsen mereka adalah membuat tokoh utamanya melakukan hal yang tepat. Dan sekali kamu hanyut, kamu akan merasa bebas dan kamu tahu bahwa seseorang yang lain akan mencarimu. Mengalirkan bersama aliran kreatif.

*diolah dari “Haider: A Risk, Dangerous Film” oleh Bhumika K. dalam The Hindu, 1 Oktober 2014.

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s